Palembang, 23 Agustus 2026 M / 11 Rabiul Awwal 1448 H — Pondok Pesantren Darunur Almusthafa (DNA) Kota Palembang kembali mencatat langkah penting dalam pengembangan pendidikan pesantren. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung Asrama Pondok Putri Darunur Almusthafa (DNA) pada Ahad, 23 Agustus 2026 M bertepatan dengan 11 Rabiul Awwal 1448 H.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh KH. Abdullah Asad Basyaiban, Lc, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darunur Almusthafa (DNA) Kota Palembang. Pembangunan asrama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pesantren dalam memperluas layanan pendidikan sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat, khususnya para wali santri, untuk memberikan pendidikan pesantren kepada putri-putri mereka.
Selama ini, Pondok Pesantren DNA untuk santri putra telah lebih dahulu beroperasi di lokasi yang berbeda. Tingginya animo masyarakat untuk memondokkan anak perempuan kemudian mendorong pihak pesantren untuk menghadirkan fasilitas pendidikan dan pengasuhan khusus putri kita.
Pembangunan asrama baru ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut sekaligus memberikan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi para santriwati untuk belajar, beribadah, membangun karakter, dan mendalami ilmu agama.
Pendidikan Menentukan Masa Depan Peradaban
Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdullah Asad Basyaiban yang juga menjabat sebagai Ketua PW-LDNU Sumatera Selatan, menyampaikan pentingnya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pendidikan putra-putri.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, tetapi merupakan fondasi yang menentukan masa depan seseorang, keluarga, masyarakat, bahkan peradaban.
“Masyarakat harus terus diedukasi terkait pendidikan untuk putra-putri mereka. Pendidikan ini kunci untuk kehidupan. Maka apabila orang tua salah dalam melakukannya, rusaklah peradaban.” ungkap KH. Abdullah Asad Basyaiban, Lc.
Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bagi para orang tua agar tidak menyerahkan persoalan pendidikan anak secara sembarangan. Pendidikan anak, menurutnya, harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi mendatang.
Orang tua tidak hanya perlu mempertimbangkan aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, spiritualitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial anak.
Pesantren sebagai Tempat Terbaik Membangun Generasi
KH. Abdullah Asad Basyaiban juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan nilai-nilai keislaman.
“Pesantren adalah tempat terbaik untuk pendidikan,” tegasnya.
Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi lingkungan pembentukan karakter melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, keteladanan para guru, kehidupan bersama, serta pendidikan akhlak dalam keseharian.
Dengan hadirnya Asrama Pondok Putri DNA, diharapkan semakin banyak putri-putri di Kota Palembang dan sekitarnya yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dalam lingkungan pesantren yang baik dan terarah.
Menjawab Harapan Wali Santri
Pembangunan asrama putri ini sekaligus menjadi bentuk respons Pondok Pesantren Darunur Almusthafa terhadap kepercayaan dan harapan masyarakat. Tingginya minat wali santri menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan berbasis agama dan pembentukan karakter.
Peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni pembangunan fisik. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi simbol dimulainya sebuah ikhtiar untuk membangun generasi perempuan yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki bekal keislaman yang kuat.
Pembangunan Asrama Pondok Putri DNA diharapkan dapat terus berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Semoga keberadaan fasilitas tersebut memberikan manfaat yang luas bagi santriwati, keluarga, masyarakat, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. (GD/LDNU)
