PW-LDNU Sumsel
DakwahEditor's PicksLDNU Sumsel

Jelang Muktamar, LDNU Sumsel Dorong Muktamar Bersih dan Bermartabat

PALEMBANG — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026, bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Muktamar adalah momentum menentukan arah NU sekaligus menguji sejauh mana nilai-nilai keulamaan dan amanah benar-benar dijaga dalam proses organisasi.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NU, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), khususnya LDNU Sumatera Selatan, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskan Muktamar. Namun sukses tidak cukup diukur dari tertibnya acara atau terpilihnya seorang ketua.

Muktamar harus bersih. Muktamar harus bermartabat. Dan prosesnya harus jauh dari politik uang, suap, fitnah, intimidasi serta transaksi kepentingan.

LDNU Harus Berani Menyuarakan Kebenaran

LDNU adalah lembaga dakwah. Karena itu, tugasnya bukan hanya mengisi mimbar pengajian, tetapi juga menjalankan fungsi amar makruf nahi munkar.

Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.”
(QS. Ali Imran: 104)

Karena itu, ketika menjelang Muktamar muncul kekhawatiran tentang praktik transaksi suara, LDNU tidak boleh memilih diam. Jika memang ada praktik suap atau jual beli suara, maka harus diingatkan. Rasulullah SAW bersabda:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ

“Rasulullah SAW melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap.”

Namun dakwah juga harus adil. Tidak bisa menuduh tanpa bukti, jangan menyebarkan fitnah, dan jangan menjadikan isu politik uang sebagai senjata untuk menyerang kandidat tertentu. Yang harus dilawan adalah praktiknya, bukan orangnya.

Jangan Jual Beli Suara

LDNU Sumsel mengambil peran melalui gerakan moral sederhana tetapi tegas: Jangan jual suara. Jangan beli suara. Jangan menjadi perantara transaksi suara. Hak memilih adalah amanah, bukan komoditas.

Para pemilik suara harus memilih berdasarkan keilmuan, integritas, akhlak, kapasitas kepemimpinan, rekam jejak dan kemaslahatan NU, bukan karena amplop atau imbalan.

Begitu pula para kandidat harus memahami bahwa jabatan NU bukan hadiah yang harus dibeli, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

LDNU Bukan Tim Sukses Kandidat

LDNU berada di atas semua kandidat. Tugas LDNU bukan menentukan siapa yang menang, tetapi ikut memastikan proses menuju kemenangan berlangsung sehat dan bermartabat. Tugas LDNU adalah menjaga moral, bukan menjadi pemain transaksi. Menjadi pencerah, bukan penyulut konflik. Menjadi pengingat, bukan alat legitimasi kepentingan.

Dan yang tidak kalah penting, LDNU mengajak warga NU menjaga ukhuwah. Berbeda pilihan tidak boleh berubah menjadi permusuhan. NU terlalu besar untuk dipertarungkan dengan kebencian dan terlalu mulia untuk dipertaruhkan dengan uang.

Melawan Arus demi Menjaga Marwah

Mendorong Muktamar bersih mungkin tidak populer. Bahkan bisa dianggap melawan arus. Tetapi amar makruf nahi munkar memang tidak selalu mudah. Jika politik uang dianggap sebagai tradisi, justru harus ada yang berani mengatakan bahwa tradisi yang bertentangan dengan syariat tidak boleh diwariskan.

Jangan sampai kita sibuk mencari siapa yang menang, tetapi lupa bertanya bagaimana kemenangan itu diperoleh. Jangan sampai Muktamar sukses secara acara, tetapi gagal secara moral. Jangan sampai NU mendapatkan pemimpin, tetapi kehilangan marwah.

Karena itu, menjelang Muktamar ke-35, LDNU Sumsel mengambil posisi yang jelas: Mendukung Muktamar yang sukses. Mendukung Muktamar yang damai. Mendukung Muktamar yang bermartabat. Dan mendorong Muktamar yang bersih dari suap, politik uang, fitnah dan segala bentuk transaksi yang mencederai amanah.

LDNU tidak menentukan siapa yang harus menang. Tetapi LDNU wajib ikut menjaga agar cara menuju kemenangan tidak mengalahkan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan NU.

Sebab Muktamar bukan hanya tentang memilih pemimpin. Muktamar adalah tentang menjaga amanah, kehormatan ulama dan marwah Nahdlatul Ulama. (GD/LDNU)

Artikel Lainnya

Pea Milk Hits US Supermarkets, Threatening Dairy Industry

LDNU Sumsel

Talent: One Of The Biggest Challenges Facing Logistics Providers

LDNU Sumsel

Banking Remains Far Undercapitalised For Comfort

LDNU Sumsel