PW-LDNU Sumsel
Editor's PicksPesantren

Profil Pondok Tahfidz Gumawang, Pesantren Tahfidz Modern Terpadu

Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang mampu mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan umum, Pondok Tahfidz Gumawang – Ma’had Daarul Mumtaz terus mengembangkan diri sebagai pesantren tahfidzul Qur’an modern terpadu di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Pondok Tahfidz ini dirintis sejak 1436 H/2015 M oleh KH. M. Kholil, MH dan diselenggarakan oleh Yayasan Ma’had Daarul Mumtaz dengan alamat Jl. Puncak 5 Gumawang, Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Saat ini, Pondok Tahfidz Gumawang – Ma’had Daarul Mumtaz diasuh langsung oleh Nyai Nurul Jannatun Na’imah, S.Ag., M.Pd., Al-Hafidzah dan Gus Damas Alhasy, S.S. Perpaduan dua pengasuh dengan kekuatan keilmuan yang saling melengkapi ini menjadi salah satu keunggulan Ma’had Daarul Mumtaz. Nyai Nurul Jannatun Na’imah, Al-Hafidzah, memiliki fokus kuat pada bidang Al-Qur’an dan pendidikan, sementara Gus Damas Alhasy memiliki perhatian dan pengalaman pada ilmu umum, akademik, manajemen modern, teknologi informasi (IT), serta bahasa asing.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pendidikan pesantren yang kuat dalam Al-Qur’an sekaligus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejak awal, Ma’had Daarul Mumtaz dikembangkan bukan sekadar sebagai tempat menghafal Al-Qur’an, melainkan sebagai lembaga pendidikan yang memadukan Al-Qur’an, keilmuan, pendidikan formal, pembinaan ibadah, serta pembentukan adab dan akhlak.

Tagline yang menjadi semangat pendidikan pesantren ini adalah “Kuat Aqidahnya, Benar Ibadahnya, Baik Akhlaknya”, dengan cita-cita “Menyemai Generasi Penggerak Umat, Cerdas, Berakhlak dan Hafal Al-Qur’an.”

Tahfidzul Qur’an Menjadi Program Utama

Sebagai pesantren tahfidz, Ma’had Daarul Mumtaz menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian utama dalam kehidupan santri. Program yang dikembangkan mencakup Tahfidzul Qur’an Bersanad 30 Juz, tahsin dan tashih Al-Qur’an, hafalan dan muroja’ah harian, serta pembelajaran tajwid dan gharib secara praktis.

Program tahfidz tidak hanya diarahkan pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga pada kualitas bacaan, ketepatan hafalan, kelancaran muroja’ah, dan pembiasaan santri untuk hidup bersama Al-Qur’an.

Pesantren juga memberikan perhatian pada sanad keilmuan Al-Qur’an muttashil, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan tradisi pembelajaran Al-Qur’an yang bersambung dan terpercaya.

Hafal Al-Qur’an Harus Berjalan Bersama Akhlak

Ma’had Daarul Mumtaz memandang bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari seberapa banyak ayat yang mampu dihafalkan santri. Lebih dari itu, hafalan harus tercermin dalam sikap, perilaku, ibadah, dan akhlak sehari-hari.

Karena itu, pembinaan adab kepada guru, hormat kepada orang tua, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kemandirian, kesederhanaan, kepedulian, dan semangat berkhidmah kepada umat menjadi bagian integral dari kehidupan pesantren.

Prinsipnya sederhana: Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk dibaca, dipahami, diamalkan, dijaga, dan dijadikan pedoman hidup.

Padukan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Formal

Untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan masa depan, Ma’had Daarul Mumtaz mengembangkan konsep pendidikan terpadu yang mempertemukan pendidikan pesantren dengan pendidikan formal.

Program pendidikan formal yang dikembangkan meliputi SMP, SMK, TPQ Reguler dengan metode Qiraati, serta PG-TK Al-Qur’an Terpadu.

Konsep tersebut diharapkan memberikan keseimbangan antara penguatan pendidikan agama, kemampuan akademik, dan keterampilan yang dibutuhkan santri untuk melanjutkan pendidikan maupun berkiprah di tengah masyarakat.

Membangun Kehidupan Santri yang Disiplin

Kehidupan santri di Ma’had Daarul Mumtaz disusun dalam rutinitas pendidikan yang menekankan ibadah, belajar, hafalan, muroja’ah, kedisiplinan, dan kemandirian.

Kegiatan santri antara lain mencakup tahajjud dan dzikir, shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, tahfidz, muroja’ah, tahsin, pembelajaran formal, shalat dhuha, pembelajaran Qiraati, kajian keislaman, pembinaan akhlak, olahraga, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembinaan kepemimpinan dan organisasi santri.

Pola tersebut dirancang agar santri terbiasa menjalani kehidupan yang teratur, produktif, bertanggung jawab, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Fokus pada Pendidikan Santri Putri

Ma’had Daarul Mumtaz menerima santri mukim khusus putri. Lingkungan pesantren diarahkan menjadi ruang pembinaan bagi santri putri agar tumbuh sebagai muslimah yang memiliki ilmu, hafalan Al-Qur’an, adab, kemandirian, dan kepribadian yang kuat.

Dengan demikian, target pendidikan tidak berhenti pada lahirnya hafizhah, tetapi juga perempuan Muslimah yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.

Terus Mengembangkan Pesantren Tahfidz Modern

Ke depan, Ma’had Daarul Mumtaz diarahkan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tahfidz, pendidikan formal, sumber daya manusia, digitalisasi pendidikan, kemandirian pesantren, serta pengembangan lingkungan pendidikan yang produktif dan nyaman bagi santri.

Pesantren juga ingin memastikan bahwa tradisi keilmuan Islam tetap berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman. Santri diharapkan memiliki kemampuan untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Dari Gumawang, OKU Timur, Ma’had Daarul Mumtaz membawa cita-cita untuk terus menyemai generasi yang hafal Al-Qur’an, kuat aqidahnya, benar ibadahnya, baik akhlaknya, luas ilmunya, mandiri kehidupannya, dan besar manfaatnya bagi umat.

Bagi Ma’had Daarul Mumtaz, hafalan Al-Qur’an bukanlah garis akhir pendidikan. Hafalan adalah awal perjalanan untuk hidup bersama Al-Qur’an. (GD/LDNU)

Informasi Pondok Tahfidz Gumawang, hubungi: 0858 3062 6599 – 0852 1057 6100

Artikel Lainnya

Profil Pondok Pesantren Darunur Almusthafa Palembang

LDNU Sumsel

Jelang Muktamar 35 NU, Bursa Kandidat Ketua Umum Semakin Ramai

LDNU Sumsel

Walmart Will Rely on Permanent Workers, Not Seasonal Employees

LDNU Sumsel