Prabumulih, Sumatera Selatan — Dalam rangka mengawali Iftitah Safari LDNU Sumatera Selatan, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumatera Selatan bersama LDNU Prabumulih akan menggelar Pengajian Akbar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Prabumulih.
Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat gerakan dakwah Annahdliyah sekaligus mempererat sinergi antara LDNU Sumatera Selatan, LDNU Prabumulih, PCNU Prabumulih, dan berbagai majelis taklim di Sumatera Selatan.
Pengajian Akbar ini akan menghadirkan Ketua LDNU Sumatera Selatan, KH. Abdullah Basyaiban, yang dijadwalkan menyampaikan mauidzah hasanah dalam rangka menyambut dan menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut juga merupakan hasil kolaborasi LDNU Prabumulih dengan Majelis Darul Musthofa Al-Kautsar Prabumulih, sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan dan gerakan dakwah di tengah masyarakat.
Ketua LDNU Prabumulih, Ust. Ridwan, menyampaikan bahwa dakwah bukan hanya tugas para dai atau ustaz, tetapi merupakan kewajiban setiap Muslim sesuai kemampuan dan kapasitas masing-masing.
Menurutnya, LDNU hadir untuk memfasilitasi dan menggerakkan harokah dakwah, khususnya di kalangan jamaah Nahdlatul Ulama.
“Dakwah merupakan kewajiban setiap Muslim. LDNU berupaya memfasilitasi harokah dakwah, khususnya bagi jamaah NU, bukan hanya untuk menjaga akidah Aswaja, tetapi juga membina dan memotivasi kader-kader dai serta terus menguatkan keimanan dan ketauhidan warga NU,” ujar Ust. Ridwan.
Ia menegaskan, penguatan dakwah di tingkat akar rumput menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman yang menghadirkan tantangan baru bagi umat Islam.
Karena itu, menurutnya, kegiatan pengajian, majelis taklim, pembinaan dai, dan berbagai forum dakwah harus terus dihidupkan secara konsisten dan berkesinambungan.
“LDNU tidak boleh hanya hadir ketika ada kegiatan seremonial. Dakwah harus bergerak, hadir di tengah masyarakat, membina umat dan melahirkan kader-kader dai yang mampu menjawab kebutuhan zaman,” tegasnya.
LDNU Sumsel Siapkan Dakwah Rutin dan Terprogram
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua LDNU Sumatera Selatan KH. Abdullah Basyaiban menyatakan kesiapan LDNU Sumsel untuk membangun dan mengembangkan dakwah Annahdliyah secara rutin, sistematis, dan terprogram di berbagai wilayah Sumatera Selatan.
Menurutnya, Safari LDNU Sumsel tidak boleh berhenti pada satu atau dua kegiatan. Safari tersebut harus menjadi pintu masuk bagi penguatan jaringan dakwah NU di berbagai daerah.
“LDNU Sumatera Selatan siap membangun dan mengembangkan dakwah Annahdliyah secara rutin dan terprogram ke seluruh wilayah Sumatera Selatan,” ujar KH. Abdullah Basyaiban.
Ia menambahkan, LDNU Sumsel juga telah merancang sejumlah program yang diarahkan untuk mencetak, membina, dan menggerakkan kader-kader dai NU agar mampu mengisi ruang-ruang dakwah secara lebih luas.
Kaderisasi dai tersebut tidak hanya diarahkan untuk dakwah secara konvensional atau offline, tetapi juga untuk mengembangkan dakwah melalui ruang digital atau online.
Hal ini dinilai penting karena medan dakwah saat ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat. Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan agama melalui masjid, majelis taklim, pesantren, dan pengajian, tetapi juga melalui media sosial, YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, podcast, dan berbagai platform digital lainnya.
Karena itu, dai NU dituntut tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan dan kemampuan menyampaikan pesan agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi.
Dakwah Annahdliyah Harus Menjangkau Ruang Digital
KH. Abdullah Basyaiban menegaskan bahwa pengembangan kader dai NU ke depan harus diarahkan pada dua medan sekaligus: dakwah di tengah masyarakat dan dakwah di ruang digital.
Dakwah offline diperlukan untuk membangun kedekatan langsung dengan jamaah, memperkuat ukhuwah, membina masyarakat, dan menjaga tradisi keilmuan serta amaliah Aswaja.
Sementara dakwah online menjadi ruang strategis untuk menjangkau generasi muda dan masyarakat yang menjadikan internet sebagai sumber utama informasi.
Dengan demikian, dakwah Annahdliyah diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan menjawab tantangan zaman.
“Kita ingin mencetak dai-dai NU yang tidak hanya mampu berbicara di mimbar, tetapi juga mampu berdakwah melalui media digital. Ruang dakwah hari ini sangat luas. Karena itu, kader-kader dai NU harus hadir di dalamnya dengan konten yang mencerahkan, berilmu, santun, moderat, dan berlandaskan manhaj Aswaja,” jelasnya.
Safari LDNU sebagai Gerakan Dakwah
Iftitah Safari LDNU Sumatera Selatan di Prabumulih akan digelar pada hari Jum’at, 14 Agustus 2026, mulai pukul 19.30 s/d selesai, berlokasi di Majelis Musthofa Al-Kautsar, Sukajadi, Prabumulih. Safarai ini diharapkan menjadi awal dari gerakan dakwah yang lebih luas di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Sinergi antara LDNU Sumsel, LDNU kabupaten/kota, PCNU, majelis taklim, pesantren, masjid, dan para dai menjadi salah satu kunci agar gerakan dakwah dapat berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan.
Pengajian Akbar menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Prabumulih pun diharapkan bukan sekadar menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat dakwah, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, membina akidah dan ketauhidan umat, serta memperkokoh tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
LDNU Sumatera Selatan menargetkan gerakan dakwah tersebut terus diperluas hingga menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Dengan semangat dakwah, kaderisasi, kolaborasi, dan transformasi digital, LDNU Sumsel bertekad menjadikan dakwah Annahdliyah semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumatera Selatan.
Dari Prabumulih, Safari LDNU Sumsel dimulai. Dari sinilah diharapkan lahir gerakan dakwah yang terus bergerak, melahirkan dai-dai baru, memperkuat Aswaja, dan membangun umat melalui dakwah yang santun, berilmu, dan relevan dengan perkembangan zaman. (GD/LDNU)
